Selasa, 28 Februari 2012

Galau Pasti Berlalu

colourbox.com

Yang lagi galau mana suaranyaaaaa??!!!
Yang lagi putus cinta mana suaranyaaaaa??!!!!
Yang putus sama pacarnya gara-gara terpisah jarak mana suaranyaaaaa??!!!
Yang putus sama pacarnya karna pacaran sama sahabat sendiri mana suaranyaaaa????!!
Yang putus sama pacar gara-gara gak dijemput pas pulang kuliah mana suaranyaaaa??!!
Yang masih bayi mana suaranyaaaaaa????!!!! (loh??)

Manusia diciptakan Tuhan ditakdirkan untuk berpasang-pasangan. Sama halnya dengan anjing, kucing, rusa, harimau, dan babi. Ya, itulah takdir Tuhan yang gak bisa berhenti untuk dimaknai, dihayati, dan dikonsumsi. Terutama hewan terakhir yang aku bilang tadi. Sampe sini ada pertanyaan?

Cinta itu simple, se-simple C-I-N-T-A. Makanya dibuat lagu, jadinya se-simple dan se-alay gitu deh. Banyak orang yang terjebak dengan perasaan yang satu ini, padahal kembali seperti yang aku ungkapkan tadi, cinta itu simple, se-simple C-I-N-T-A. Kalau masih ngerasa gak simple, tanya aja deh sama yang buat itu lagu.

Bicara soal cinta, tentu setiap orang punya cerita dan pengalamannya masing-masing, kecuali aku. Eh, termasuk! Cerita cinta & asmara dalam hidupku sebenarnya gak simple, malah cenderung rumit-rumit jabang bayi. Bukannya menghindar dari prinsip simple tadi loh, tapi namanya juga pengalaman, ya mau diapai lagi.

Ya, statusku sampe sekarang itu tidak jelas/rumit, sama rumitnya dengan wajahku. Gimana tidak, hari gini laki-laki mana yang pacaran tapi gak punya kelebihan. Kelebihan yang kumaksud adalah;
  1. Kelebihan isi dompet.
  2. Kelebihan porsi wajah ganteng.
  3. Kelebihan berbicara & memikat lawan jenis.
  4. Kelebihan berat badan. (yang percaya satu ini pindah agama)

Sementara aku? Apa? Tak satu pun poin dari yang empat tadi kupunya, apalagi yang poin ke empat. Sebenarnya aku ini siapa? Aku anak pungut dari mana? Orang tuaku sebenarnya siapa? Gajiku sebulan berapa???!! (anti klimaks)

Cinta yang "sempat" kupunya udah lama menghilang, & aku sendiri tidak mau mencarinya. Karna untuk mencarinya, aku sadari, aku harus pasang iklan di koran, TV, dan itu kadang membutuhkan biaya. Aku cuma mahasiswa, belum punya uang. :(

Kehilangan cinta tadi awalnya memang sempat membuatku patah semangat, hilang arah & tujuan, lemah, letih, lesu, lunglai, loyo, stress, opname, koma, dan sadar lagi. Gimana tidak, perempuan yang dulunya kusayangi sepenuh hati dan sepenuh jamban, pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas. Aku nggak tau dia di mana skarang. Tak tampak jelas lagi hati, wajah, dan badannya yang gendut-gendut tak jelas itu.

Menulis memori indah & menyedihkan ini, aku jadi teringat kenangan masa lalu dengan dia. Tak pernah diduga memang, kenapa aku mau dengan perempuan yang sebenarnya begitu sederhana ini. Awal pertemuan kami pun tak disengaja. Tiba-tiba dia nyasar nge-SMS, dan bilang-bilang aku mirip Ivan vokalisnya Seventeen.

Aku pun masih bingung ntah bagaimana bisa kisah indah itu berawal. Berawal dari kegagalan menyatakan cinta di salah satu "aula Akbid Akper" di kota Lubukpakam, sampai ujung-ujungnya hanya berani menyatakan sayang lewat "SMS". Untung di saat itu belum ada SMS Mama minta pulsa. Kalo nggak, yang ada aku nge-SMS bukan untuk nembak dia, tapi malah minta pulsa karna aku lagi di kantor Polisi. Gak lucu aja kan?

Dengan nyali yang ciut karna beraninya cuma dari SMS, alhasil, aku diterima. Meskipun dugaan awalku dia nerima dengan "keraguan". Tapi kisah indah ini nggak membosankan. Meskipun sulit dijalani di awal, tapi kami selalu bisa mengatasi dengan kesabaran kami masing-masing. Karna kami dua masih pertama kalinya pacaran, ya, egois diri sendiri pun tak jarang dikeluarkan, sampai akhirnya berantam kecil-kecilan, besar-besaran, dan sedang-sedangan.

Kembali lagi, semua itu bisa kami lewati. Puncak kebahagiaan yang kami rasakan dalam hubungan ini sebenarnya tak ada hubungannya dalam bidang cinta, tapi bidang pendidikan. Ya, dia diterima di salah satu universitas negeri yang luar biasa menurutku, dan sebenarnya universitas itu adalah impianku dari dulu tapi aku nggak bisa mencapainya. Bukannya ge-er atau apa, sedikit banyak aku merasa punya peranan juga dalam meluluskan dia ke kampus itu. Mulai dari menghibur di dekat waktu SNMPTN, sampe bela-belai datang ke kosnya yang jauh hanya untuk mengajari dia sepuluh soal Akuntansi. Haha, kenangan.

Tapi waktu memang pantas bernama waktu, waktu juga yang mengajarkan perubahan. Kami pun berakhir, tak tau alasannya apa. Sampe skarang pun aku masih bingung menjawab kalau ada orang yang nanya penyebab hubungan ini habis. Awalnya memang kecewa, hilang arah, dan benci. Tapi belakangan itu bisa menghilang dengan sendirinya. Yang kutau, sebenci apapun aku dengan seseorang, aku nggak pernah menaruh rasa dendam, apalagi itu dengan seseorang yang bermakna di ceritaku dulu.

Sampai sekarang aku membuat postingan ini, kami masih berkomunikasi, biarpun tak sesering dulu. Yang kutau dan kumaknai, badan dia sekarang cenderung menggembung seperti ikan fugu Nyonya Puff dalam serial Spongebob, dan paha-betisnya sudah seperti Cristiano Ronaldo. Masih bingung aja kenapa dia berubah sedrastis itu. Pffftt.

 Ya, itulah cinta, itulah sayang, dan itulah pacaran. Tak ada yang tau ujung cerita kisah asmara itu bagaimana, termasuk aku. Yang kutau, "SEMUA kisah cinta itu PASTI berujung KESEDIHAN pada akhirnya". Yakinlah, Kawan.

1 komentar:

  1. "SEMUA kisah cinta itu PASTI berujung KESEDIHAN pada akhirnya"..
    hemmm.. mungkinn..

    BalasHapus