uiowa.edu
I. Melalui Telepon
"Sayang."
"Ya?"
"Masih setia kau padaku?"
"Masih."
"Sebesar apa?"
"Dunia."
"Apapun wujudku?"
"Iya."
II. Berjumpa (Seratus Hari Kemudian)
"Siapa kau?"
"Lelakimu."
"Yang mana?"
"Yang kau katakan akan setia padaku, seratus hari yang lalu."
"Aku tak mengenalmu."
"Wajahku habis dimakan api kapal pelayaranku."
"Maaf, aku harus pergi dari tempat ini."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar