Syalomuallaikum, Blogspot! :D
Mudah-mudahan semua pembaca sehat-sehat, ya biarpun jumlah
pembaca blog ini masih sedikit karena yang punya bukan siapa-siapa. Bukan artis
ataupun orang terkenal. (curhat)
Udah lama nggak buat materi yang non-fiksi kayak gini. Aku pribadi nggak banyak perubahan dari
semenjak awal punya blog sampai saat ini, biarpun belum genap 2 tahun punya
blog. Hehehehee, kudet. Sekarang masih 21 tahun, masih 171 cm dan 53 kg (baca:
kerempeng), alat kelamin masih menunjukkan kejantanan, masih ganteng versi
dunia gaib, dan… masih jomblo. Jantan: Jomblo Incaran Tante-tante dan
Janda-janda. (pret!)
Keinginan untuk membuat postingan ini sebenarnya bukan karna
paksaan orang lain, tapi memang kemauan sendiri. Ada sedikit renungan yang aku
pikir perlu untuk diwujudkan dalam bentuk tulisan. Setidaknya, untuk sedikit
dikenang.
Kemarin malam, aku dan beberapa teman dekat, Hary, Ilham,
dan Maman nongkrong-nongkrong lucu dan nginap di rumahnya Hary. Seperti yang
udah biasa kami lakukan, alasan nginap kali ini adalah untuk nobar (nonton
bareng) pertandingan Liga Champions antara Leverkusen vs MU. Sebelum
pertandingannya dimulai, seperti biasanya lagi kami main kartu domino alias dam batu, dengan hukuman jongkok ala
boker bagi yang kalah. Alhasil, di pertarungan yang sangat sengit di malam itu,
aku jadi sasaran empuk mereka bertiga. Karna saking lamanya jongkok, tempatku
bernaung pun hampir penuh dengan “pup khayalan”. Kekalahan di malam itu
disebabkan aku nggak konsen main karna di saat yang bersamaan harus melayani
pesan-pesan singkat seorang bidadari yang mirip Jennifer Lawrence versi Batak
Toba. Kalau aja aku konsen, beeeeeeehh… tambah parah kalahnya dari yang
kemarin.
Pertarungan domino itu pun berakhir dan jadwal kami
selanjutnya adalah nonton TV, tapi pertandingan Liga Champions-nya belum
dimulai. Kami pun memutuskan menonton film Titanic yang kebetulan ditayangkan
di RC*I, dan kami pun harus dikecewakan oleh adegan Jack yang melukis Rose
berpose bugil karna bagian itu disensor oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Sungguh memilukan.
Saking romantisnya film Titanic di malam itu, beberapa dari
kami pun tertidur termasuk aku. Maklum, sepanjang hari disibukkan oleh kegiatan
seminar yang melibatkan kami sebagai panitianya. Tidur pun semakin syahdu oleh
rintihan hujan yang membasahi rumah Hary dan rumah-rumah lainnya di malam itu.
Di saat pertandingan sudah dimulai, kami pun tetap melanjutkan tidur, hanya
Maman yang tetap setia menonton. Entah apa yang ada di pikiran jomblo-jomblo
akut di malam itu. Entah itu namanya nobar (nonton bareng) atau tibar (tidur
bareng), hanya Tuhan yang tau.
Tidur kali itu pun samar-samar oleh karena suara TV yang
masih terdengar. Sesekali aku coba angkat kepala dari bantal untuk melihat
skor, ternyata MU menang dan kata Maman pertandingannya cenderung membosankan.
Betapa beruntungnya kami yang lebih cepat tidur di malam itu. Beberapa menit
kemudian, tiba-tiba saja terdengar…
*jedaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrr!!!*
(anggap saja ini suara petir)
Aku terbangun. Hary terbangun.
Ilham terbangun. Melly Goeslaw nggak bangun. Si Joko kembali tidur. Dan Maman pun langsung berwajah
pucat karna suara petir tadi. Sekilas, suara petir itu mirip dengan suara bom
nuklir di Hiroshima-Nagasaki tahun 1945, meskipun aku dan Bapakku belum lahir
di masa itu. Maman pun memutuskan untuk mematikan TV, dan kami pindah ke kamar
untuk melanjutkan tidur.
==============================
Sebenarnya cerita di atas bukanlah bahan utama yang mau aku
sampaikan di postingan blog kali ini. Setidaknya, cerita itu merupakan sedikit
gambaran hari-hari yang aku punya di usia 21 tahun ini. Dan mungkin, susah
terulang di waktu-waktu yang akan datang.
Masa muda cenderung aku anggap sebagai masa kedua yang
menyenangkan setelah melewati tahap masa anak-anak. Di sini, aku bebas berekspresi
dan gila-gilaan dengan kawan-kawan, mulai sering jatuh cinta biarpun susah
terbalas, mulai merasa harus mandiri tanpa orangtua terlebih semenjak Mamak
dipanggil Tuhan, dan sedikit banyaknya harus mulai memikirkan masa depan.
Catatan kali ini sengaja dibuat sebagai “kenang-kenangan”
jika Tuhan masih mengizinkan aku berumur panjang, setidaknya sampai
berkeluarga. Zaman memang semakin canggih, dan kita pun harus pintar
memanfaatkannya. Memang keberadaan diary hampir punah, namun aku dan kita
semua bersyukur pernah mengenal buku kenangan itu di masa belum serba teknologi
seperti sekarang.
Atas dasar teknologi tadilah aku memanfaatkan blog ini
sebagai diary fase kedua. Jika
mungkin setelah lebih 15 tahun dari sekarang aku membuka blog ini, setidaknya
ada beberapa hal yang mungkin bisa kukenang:
- Kalau nanti di masa tua yang kupunya membosankan, kemudian aku membaca cerita ini, aku bisa ingat kalau masa mudaku cenderung bahagia di dalam kesederhanaan.
- Kalau di masa tua nanti aku punya anak yang nakal, kemudian aku membaca cerita ini, aku bisa ingat kalau dulu juga aku pernah jadi anak nakal. Mencuri duit orangtua hanya untuk main PS, sering cabut les Bahasa Inggris waktu SMP, dsb, bahkan aku dulu lebih nakal dari anakku nantinya.
- Kalau di masa tua nanti aku punya istri yang jelek dan nggak pengertian, kemudian aku membaca cerita ini, aku bersyukur di masa muda pernah dekat dengan cewek manis yang gila sepakbola, pernah dekat dengan cewek seorang aktivis kampus, atau bahkan pernah dekat dengan cewek yang udah bekerja padahal aku masih kuliah. Dari sekian banyak cewek yang didekati tadi, kebanyakan hanya sebatas di fase pendekatan saja, bukan pacaran. Malangnya diriku.
- Kalau di masa tua nanti aku punya rekan-rekan bisnis/kerja yang datar dan kudet (kurang update), kemudian aku membaca cerita ini, aku bersyukur di masa muda pernah punya kawan-kawan yang gila, stress, gaul tingkat Kabupaten, pengertian dengan aku, mau mendengar dan memberi solusi dari masalah yang kupunya, berpikir kritis di saat belajar, dan masih banyak kawan lainnya dengan karakter yang menyenangkan.
- Kalau masa tua nanti kulalui hanya dengan sibuk mengurus keluarga ataupun karir, kemudian aku membaca cerita ini, aku bersyukur di masa muda dengan kawan-kawan kampus sering bermain futsal, pernah menjelajahi Bukit Lawang dan Air Terjun Dwi Warna, pernah berangkat ke Berastagi jam 8 malam dan balik ke Medan jam 3 pagi dengan naik sepeda motor, sering main domino sambil jongkok, sering karaokean sambil joget kerasukan, dan masih banyak kegiatan lucu serta menyenangkan yang lainnya.
- Ataupun kalau nanti di masa tua aku bukan siapa-siapa, kemudian aku membaca cerita ini, aku bersyukur di masa muda sedikit banyaknya pernah menghibur kawan yang sedih, pernah membantu kawan yang kesulitan mengerjakan tugas kuliah, pernah menjadi motivator di saat kawan sedang down, dan yang lainnya.
Itulah sedikit dari sekian banyak “cinderamata tulisan”
untuk cadangan hiburan di masa tuaku nanti. Menulis itu memang berguna, tanpa
harus mengesampingkan unsur-unsur lebay/berlebihan yang ada di dalamnya. Kalau
kita memang jujur menuangkan isi hati ke dalam bentuk tulisan, itu adalah harta
berharga yang pernah kita ciptakan. Berniatkah kalian, para Pembaca blog,
menulis kenang-kenangan sederhana seperti ini juga? J
Nggak ada salahnya memang untuk memikirkan masa depan di
saat sekarang. Karir, jodoh, kesehatan, dan lain-lain sudah harus dipersiapkan
sedini mungkin untuk menghindari kekesalan nantinya. Paksaan untuk rajin
belajar dari sekarang memang berguna untuk masa depan nanti. Tapi di samping
itu semua, masa muda yang baik menurutku bukan hanya untuk belajar saja, tapi
juga bermanfaat bagi orang lain di sekitar, bukan cuma diri sendiri. Jika
kalian pernah melihat kawan yang bersedih kemudian kalian berhasil menghiburnya
bahkan sampai dia tertawa terpingkal-pingkal di saat itu, kalian sudah berguna
untuk orang lain.
===SEKIAN===
Lagu di bawah cocok dijadikan theme song postingan blog kali ini. Lagu ini wajib kami (aku &
kawan-kawan kampus) nyanyikan setiap ada kesempatan untuk berkaraokean.
Catatan Bau Kaki: Postingan ini aku buat di tengah-tengah kesibukan memulai skripsi. Mungkin ini postingan blog nggak berguna terakhir sampai aku bergelar SE (Sarjana Ecek-ecek) nanti.
Ups salah, Sarjana Ekonomi. Mohon doa
dan dukungan dari kawan-kawan semuanya. J

lucuuuu ><
BalasHapus